Slametsupriyanto71′s Weblog

My Simphathy for Gaza. Jihad must go on…!

Punya Anak Lagi

Akhirnya kesampaian juga punya anak kedua. Alhamdulillah. Sekarang lengkap, dua anak yang pertama cewek, umur 6 tahun dan sekarang kelas satu SD di Indonesian International School Yangon (IISY) dan yang kedua cowok. Anak kedua ini asli produk luar negeri. Made in Myanmar. Lahir hari Senin jam 9.10 pagi tanggal 6 oktober 2008. Alhamdulillah, ibu dan anak kedua-duanya sehat. Tapi ada juga sedikit rasa cemas ketika waktu kelahiran akan tiba. Maklum jauh dari sanak sedulur. Takut kalau ada apa-apa.

Cita-cita sih pengin melanggengkan nama besar bapaknya. Jadi, yang pertama namanya Alyssa Khoirunnisa Supriyanto, lahir di Argamakmur, dan yang kedua Abid Aditya Supriyanto.

Hidup di Myanmar sebenarnya cukup asyik. Kotanya tidak terlalu besar, kira-kira sebesar Palembang lah, dan ini kota terbesar di Myanmar. Udara masih bersih, karena sebagian besar kendaraan umum menggunakan CNG (compressed natural gas), dan jumlah kendaraannyapun belum terlalu banyak. So, jarang macet. Tinggal di Yangon juga cukup nyaman karena jarang sekali atau malah hampir tidak pernah terjadi kejahatan seperti copet, perampokan, penodongan dll. Pokoknya dari sisi adem tentremnya bolehlah. Cuma ya itu, dimana-mana pojok kota selalu ada tumpukan karung pasir yang dibelakangnya ada tentara dengan senjata siap tembak. Sepertinya penguasa negri ini selalu dibayangi ketakutan akan terjadinya kerusuhan. Tapi buat orang asing ya gak ngaruh, apalagi kalu kita pake mobil plat putih. Dijamin aman dan lancar.

Cuma ya itu, komunikasi di sini jadi bahan yang sangat mahal. Kalau di Indonesia kita bisa beli nomor perdana seperti beli es cendol, kalu di Myanmar satu nomor perdana harganya bisa mencapai US$2500. Cukup untuk beli mobil sedan bekas di kampung. Itupun harus antri berbulan-bulan. Dan, tidak untuk orang asing (foreigner). Kalau mereka mau pake Hp, ya mesti sewa nomor sama orang Myanmar.

Kembali ke anak tadi, ya. Sebenarnya kami tidak terlalu berharap dapat anak cowok,sih. Maksudnya cewek atau cowok sama saja, yang penting sehat dan lengkap lahir dan batin. Jadi ya tidak ada kiat khusus yang kami terapkan. hanya saja istri saya itu rajin sarapan. Tak pernah lewat. Berdasarkan info dari internet, kebiasaan ini bagus buat pasangan yang ingin dapat anak cowok, gitu. Justru malah kami agak khawatir pada mulanya karena sudah enam tahun istriku ber-KB, dari suntuk sampai pil. Kata orang kalau lama ber-KB bisa susah dapat anak lagi. Tapi ya itu tadi, Alhamdulillah, kersaning Allah, semua lancar. Pada hari istri saya lepas KB rupanya terjadi pembuahan dan kemuadian sembilan bulan berikutnya lahirlah anak kedua kami.

Oktober 15, 2008 - Posted by | Kehidupan | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.